Monday, June 9, 2014

k4rn4
...
Angir tercium bau rambut terbakar matahari siang awal tahun 1998. Asam semerbak keringat temani kelam kulit membungkus gerak baris-berbaris. Teriakan komando yang membantu mengabaikan setiap asam laktat yang menggigit. Aliran darah bertanding dengan deru nafas yang memburu pintu keluar mengimbangi ayunan teratur tangan dan kaki. Mata dan telinga mengimbangi sejawat di kanan dan kiri sesuai dengan aba-aba. Pohon saga itu masih di sana.
...

Gundah rasa apa arti semua kelelahan ini bergaung di hati pertengahan tahun 1999. Telah masuk tahun ke dua berteriak, menyamakaan gerakan, memotivasi pasukan pengibar bendera angkatanku. Hanya karena "itu gak kepake" yang meluncur dari mulut tetanggaku, aku kembali bertanya. Apa makna aku melakukan ini semua selama ini?. Pertanyaan yang membuatku membatalkan niat masuk ke SMA favorit di kotaku dulu. Hasrat bermain bola, mencari kesenangan, lari dari tantangan hidup dan pohon saga itu masih di sana.
...
Hangat mentari pagi di depan gedung Andi Hakim Nasution IPB Bogor tahun 2014. Bangun jam 4 pagi kemudian mandi, aktivitas yang kerap menemani. Terkadang aku tertidur, tapi pagi ini aku ingin merasakan kembali hangat mentari pagi seperti dulu apel pagi. Pengorbanan itu tiada yang sia-sia, karena ruang di hati cukup luas untuk menyimpan semua pengorbanan itu untuk jadi bahan pembelajaran. Kepuasan melampaui limit, mengabaikan keluhan dan terus bergerak, berpikir positif di saat hal yang tidak bisa dikendalikan mengelilingi. Kenangan yang disaksikan pohon saga yang masih di sana